Innalillahi, Winda Pengidap Kanker Otak Stadium 4 Hembuskan Nafas Terakhir

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Ajal tak dapat ditolak, malang tak dapat dihindar. Winda Lestari (27) warga desa Karang Suci Kecamatan Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara (BU), pengidap kanker otak stadium 4 yang sempat menghebohkan masyarakat Provinsi Bengkulu akan kondisinya. Selasa pagi (17/7) hembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Jakarta.

Diketahui informasi terakhir sebelum almarhum Winda hembuskan nafas terakhir, ia dalam kondisi lemah yang sudah sejak Januari 2018 kembali dirawat di RSPON Jakarta, dengan ditempatkan di ruang ICU yang mana kondisinya sudah tidak bisa bangun lagi dengan terbaring tanpa daya. Hal ini diungkapkan oleh ibundanya Pariah melalui pesan singkat dengan awak media.

” Sekarang Winda sudah pergi subuh tadi (Selasa pagi,red) di RSPON, jenazahnya dikebumikan di Bengkulu yang sudah dimakamkan ba’da Ashar ini,” ungkap Ibundanya.

Perjuangan panjang yang sudah dilalui Winda sudah sangat jauh, dimulai sejak Tahun 2016 ia mengidap penyakit ini, hingga akhirnya ia pun dipanggil kerahmatullah. Sejauh ini usaha yang sudah dilakukan putri dari sang ayah Suparso ini, selain sudah menjalani tiga kali operasi, sebagian tempurung kepala diangkat, kemudian diberi selang sebagai saluran cairan dari kepalanya. Winda ini juga telah menjalani pengobatan hingga ke RSPON Jakarta. Namun takdir berkehendak lain, iapun dipanggil ke Rahmatullah.

Sedikit rekam jejak terkait Winda yang merupakan alumni pendidikan kimia Universitas Bengkulu ini, yang sempat menghebohkan masyarakat Provinsi Bengkulu dengan kondisinya yang mengidap penyakit tumor ganas di otaknya tersebut, terlebih lagi dengan kondisi keluarganya dan bantuan dari semua pihak dapat menjalani pengobatan semaksimal mungkin. Bermula diketahui adanya masyarakat BU yang mendapatkan musibah ini ketika awak media, mengunjungi kediaman Winda yang disambut ayahandanya serta adik lelakinya.

Suparso, didampingi adik lelakinya, Bayu mengungkapkan, penyakit yang diderita Winda sejak 2 tahun lalu itu bermula ketika Winda sering mengeluh sakit kepala sebelah (migrain). Kemudian, Winda sering kali pingsan. Ketika itu pula Winda sering dirawat di RSUD Argamakmur. Dari RSUD Argamakmur, Winda pun akhirnya dirujuk ke RSUD M Yunus Kota Bengkulu. Di sanalah baru diketahui jika di dalam (otak) kepala Winda itu terdapat benjolan kecil dan oleh dokter setempat dinyatakan benjolan itu merupakan tumor. Winda pun akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Jakarta dan dokter setempat menyatakan bahwa tumor tersebut sudah stadium 4. Hingga akhirnya dilakukan operasi dimana bagian tengkorak kepala sebelah kiri dibedah untuk membuat saluran selang dikepala.

Diketahui, Winda sudah menjalani 3 kali operasi. Tempurung kepala Winda diangkat sebagian karena untuk mengangkat cairan yang ada di otaknya. Pariah, ibunda Winda Lestari, sempat juga menerangkan, bahwa anaknya yang mengidap Kanker Otak stadium 4 itu selesai menjalani operasi pengeluaran cairan di kepalanya, Selasa 17 Mei 2017 silam.

Demi kesembuhan Winda, keluarga Winda bahkan telah rela akan menjual rumahnya. Sang bapak pun sempat mencari solusi untuk keringanan biaya berobat Winda, yakni ingin menemui Bupati Bengkulu Utara, sekedar meminta saran pendapat, apakah ada solusi dari pemerintah daerah terkait pengobatan anaknya. Namun upayanya kandas, karena menurut Suparso, kenyataannya sangat sulit menemui bupati.

Baca tentang Winda :

http://redaksibengkulu.co.id/daerah/bengkulu-utara/alhamdulillaah-operasi-pengeluaran-cairan-di-kepala-winda-lestari-berhasil/

http://redaksibengkulu.co.id/daerah/bengkulu-utara/insyaallaah-senin-ini-winda-lestari-penderita-kanker-otak-mulai-dioperasi/

http://redaksibengkulu.co.id/daerah/bengkulu-utara/jadwal-operasi-winda-lestari-masih-dua-minggu-lagi/

http://redaksibengkulu.co.id/headline/besok-winda-berangkat-berobat-ke-rumah-sakit-pusat-otak-nasional-jakarta-mohon-doanya/

http://redaksibengkulu.co.id/headline/mari-kita-bantu-kesembuhan-winda-lestari-2-tahun-idap-kanker-otak/

 

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment